NO HOLDS BARRED
Raja Petra Kamarudin
NO HOLDS BARRED
Raja Petra Kamarudin
AGM Umno dakwa bukan Melayu BN tidak ikhlas bantu Melayu
Kita boleh berhenti bertanya target ekuiti Bumiputera, seperti apa yang Anda minta kita lakukan. Tapi bagaimana kita akan memastikan bahwa kami mencapai target 30% kecuali jika Anda dapat menemukan cara untuk menghentikan orang Melayu dari menjual apa pemerintah memberi mereka dan kemudian diam-diam mentransfer wang ke luar negeri untuk membeli properti atau untuk menyimpan di rekening bank asing?
TERJEMAHAN WRLR
NO HOLDS BARRED
Raja Petra Kamarudin
Apa Khabar Khairi,
Bagaimana kabarmu? Sudah lama sejak terakhir kali kami bertemu dan berbagi cerut. Saya tidak tahu apakah Anda pernah bisa sampai ke bagian dunia, tetapi dalam acara yang anda lakukan silahkan lihat saya dan mungkin kita biAsa menembak angin dan minum atau sesuatu seperti itu.Merokok cerutu cukup sulit di sini kecuali Anda melakukannya di luar karena Inggris tidak lagi memungkinkan merokok di dalam pub atau bar. Namun, kecuali kita melakukan itu di musim panas kita akan menemukan bahawa ianya sangat tidak nyaman.
Lagi pula, apa yang saya ingin berbicara kepada Anda tentang komentar Anda kemarin bahawa tidak ada yang harus pertanyaan target ekuitas Bumiputera. Sungguh aneh bahwa Anda harus mengatakan ini karena kembali pada tahun 1976 kita juga mengatakan hal yang sama. Oh, dan tidak pada tahun1976 yang sama Anda dilahirkan? Itu berarti ketika Anda pertama kali muncul dari rahim ibumu dan pertama kali melihat cahaya hari sebagai bayi yang baru lahir memekik kami berkata apa, hari ini, Anda katakan: jangan ditanya target ekuiti Bumiputera.
Saya sudah 26 tahun dan anggota dari Kalangan Dagang Melayu. Kemudian, saya pergi untuk menjadi salah satu anggota pusat Kamar's komite.Jadi, kembali ketika Anda pertama kali muncul ke dunia ini , kita sudah berjuang untuk apa saja hari ini Anda berjuang untuk target ekuiti bumiputera.
Sejujurnya, bagaimanapun, kami tidak mempertanyakan target ekuitas Bumiputera. Anda bolah dapat, pada kenyataannya, menemukan banyak Kertas kerja jangka pendek saya (kertas kerja) di perpustakaan Kamar Melayu dan arsip, kecuali ianya semua telah dibuang. Beberapa dari Kertas kerja jangka pendek juga dikompilasi dan diterbitkan menjadi buku. Ya, saat Anda masih berada di pupuk dan menjadi ASI (atau mungkin botol susu) oleh ibu Anda, kami sudah retak kepala , memikirkan tentang bagaimana membantu orang Melayu.
Sekarang, ketika saya mengatakan kita lakukan pertanyaan target ekuitas Bumiputera, kami tidak mempertanyakan hal itu dari sudut pandang apakah harus dipertahankan atau dihapus Tidak, ini akan menjadi tindakan berbahaya karena kaum Melayu memerlukan bantuan kita dan bahkan Cina dan India setuju begitu.
"Kenapa 30%?" Tanya kami. Dan saya mengingatkan Anda yang kami ajukan pertanyaan ini sejak waktu kau lahir.
"Siapa yang menetapkan angka di 30%?" Kami ingin tahu - meskipun kami menduga ayah mertua, Tun Abdullah Ahmad Badawi, baik mungkin tahu jawabannya atau memiliki tangan di dalamnya, melihat bahwa ia adalah Sekretaris NOC pada waktu itu (jadi mungkin waktu berikutnya Anda memiliki keluarga duduk anda dapat mengajukan pertanyaan ini dan melihat apa yang dia katakan).
Sejak Bumiputeras mewakili 60% dari penduduk negara itu mengapa tidak target ekuitas akan tetap sebesar 60% bukan 30%" berpendapat kami - dan tidak ada yang bisa menerangi kita dan memberitahu kami mengapa.
Akhirnya, mereka mengakui bahwa 30% tampak sesuatu angka yang baik dan semacam dipetik dari puncak kepala. Jika itu telah hanya 10% maka Melayu akan mengeluh bahwa terlalu rendah sedangkan jika sudah 60% maka non-Melayu akan mengeluh terlalu tinggi. Jadi, 30% tampak sosok yang baik dan kompromi, yang baik Melayu dan non-Melayu tidak mungkin bertengkar mengenainya.
Dengan kata lain, kami diberitahu bahwa tidak ada formula. Tidak ada yang duduk untuk bekerja di luar aritmatika dan hasil akhir dari perhitungan atau formula yang mengungkapkan bahwa 30% harus target itu.Itu hanya seorang tokoh yang bergabung dengan beberapa pemikiran akan diterima oleh semua pihak tanpa bertengkar.
"Tapi adalah 30% dicapai?" Kami bertanya. Nah, begitu jawabannya, itu hanya target. Hal ini bukanya undang-undang yang harus dilaksanakan. Ini hanyalah sebuah aspirasi (Hasrat) Kami akan mencoba untuk bekerja menuju angka itu, tetapi apakah kita mencapai 30% atau tidak adalah tidak sepenting kita memiliki target untuk menuju sehingga kita tahu kemana harus melangkah.
Cukup adil. Kita boleh menerima itu. Jadi tidak benar-benar ada dasar untuk itu menjadikan ianya mencapai 30%. Ini hanya bahwa 10% atau 60% mungkin kesal satu kelompok atau yang lain dan bahwa 30% adalah tengah-of-jalan-atau kompromi bahwa kedua belah pihak bisa setuju dengan tanpa pertengkaran. Dan sementara tidak ada rumus untuk itu menjadi 30% atau menjamin apapun yang kita dapat memenuhi 30% paling tidak memungkinkan kita target tujuan yang hendak dicapai. Dan 30% adalah sebagai baik sebagai tokoh apapun tujuan yang hendak dicapai.
Sepuluh tahun berlalu. Dan pada tahun 1986 - yang pada saat itu Anda sepuluh tahun dan mungkin dalam tahun 4 - kami lagi duduk untuk meninjau pencapaian (pancapaian) dari 30% dan menemukan bahwa target 30% belum terpenuhi. Kami diberitahu oleh Wakil Perdana Menteri yang pancapaian itu hanya 19% atau lebih.
Hal ini membuat kami merasa bimbang.Kami ingat Perdana Menteri baru, Tun Dr Mahathir Mohamad (kemudian Datuk Seri), memperingatkan kita hanya empat tahun atau lebih sebelumnya bahwa NEP tidak akan berlangsung selamanya dan bahwa dengan 1990, NEP akan berakhir."Kami berjanji kepada kaum Cina dan India bahwa NEP akan berakhir pada tahun 1990," kata Dr Mahathir. "Jadi kita harus memenuhi janji kita dan mengakhirinya pada tahun 1990. Jadi sebaiknya Melayu telah siap untuk berdiri di atas kaki sendiri tanpa perlindungan pemerintah.
Saya harus mengakui bahwa saya juga panik. Kami menyerukan pertemuan semua pengusaha Melayu untuk membahas masalah ini. 1990 adalah tidak terlalu jauh. Jika pancapaian hanya 19% dan jika NEP akan berakhir pada tahun 1990, apa yang orang Melayu akan lakukan?
Seperti yang saya katakan, kau, Khairy itu masih hanya di sekolah rendah. Pada usia yang mungkin Anda tidak khawatir tentang semua ini dan sudah pasti tidak akan panik seperti yang kami lakukan.
Kami memutuskan untuk mengadakan seminar dua hari di Hotel Shangrila di Kuala Lumpur di mana kami mengundang kedua Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri untuk hadir. Kami meengkritik UMNO dan pemerintah. Kami mengkritik apa yang kita disebut Umnoputeras (UMNO orang-orang yang membunuh Bumiputeras lainnya). Kami mengkritik lembaga kepercayaan (seperti Pernas, SEDC, dll) yang bersaing dengan peniaga Bumiputera dengan menggunakan taktik yang tidak adil dan kotor, dan banyak lagi.
Aku bahkan mengkritik Bank Bumiputera Malaysia Berhad (BBMB) dalam kertas kerja saya dan disebut BBMB 'Bank Buat Melayu Bangkrut'. Basir begitu marah dan dia membatalkan RM5.7 juta kemudahan perbankan saya dan memberiku 14 hari tempoh untuk membayar kembali seluruh pinjaman saya secara penuh - ditambah saya disenaraihitam oleh Menteri Kewangan dan dilarang mendapatkan kontrak pemerintah lebih lanjut (Anda dapat berbicara untuk Idris Tulis tentang hal ini karena dia dan Izat Emir, dll, adalah dua dari banyak korban BBMB).
Tapi tidak banyak yang terjadi setelah itu karena seluruh dunia berada dalam resesi dan pemerintah tidak bisa membantu dirinya sendiri, apalagi membantu Bumiputeras. Pada kenyataannya, bahkan beberapa peniaga Cina dan beberapa yang lain menderita seperti Tan Koon Swan yang terpaksa ke penjara.
Hal ini membawa kami ke 1990 ketika NEP seharusnya resmi berakhir. Kami merasa cita-cita kami hancur. Angka 19% tahun 1986 masih 19% pada tahun 1990. Hal ini terutama karena resesi(kejatuhan ekonomi) panjang pertengahan tahun 1980-an. Jadi semuanya mengalami stagnasi. Apa yang kita lakukan?
Kami kemudian memutuskan untuk mengadakan Kongres Ekonomi Bumiputera Ketiga dan pada saat yang sama mengundang para pemimpin pemerintah untuk kongres ini sehingga para pemimpin dan kita bersama dapat merenungkan hal ini dan mempertimbangkan bagaimana kita bersama-sama boleh memecahkan masalah orang Melayu. Tentu saja, Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri dan Kabinet seluruh akan diundang.
Kami kemudian dipanggil oleh Ahmad Sarji Abdul Hamid, KSN, untuk menghadiri pertemuan di pejabatnya, yang kita lakukan. Ahmad Sarji mengatakan kepada kami bahwa Dr Mahathir telah setuju untuk menghadiri kongres, tetapi ia menegaskan bahwa pemerintah mengambil alih penyelenggaraan kongres, bukan menghadiri sebagai tamu belaka. Selanjutnya, kami diberitahu, Dr Mahathir ingin mengundang bukan-Melayu untuk menghadiri kongres.
Kita protes. Bagaimana bukan -Melayu akan diundang ke kongres Melayu? Mungkin ada beberapa hal yang sangat buruk untuk di perdebatkan kan selama kongres berjalan dan apa yang akan bukan-Melayu merasa jika mereka yang hadir dan mendengar semua ini?
Sudahlah,itu tidak menjadi hal Ahmad Sarji kata. Ini baik bahwa bukan -Melayu hadir sehingga mereka boleh mendengar apa yang kita katakan. Ini akan memberikan mereka gambaran bagaimana orang Melayu rasakan. Ini juga akan memungkinkan non-Melayu untuk berpartisipasi dalam perdebatan sehingga mereka juga dapat menyarankan cara untuk membantu pemerintah dalam mengatasi masalah Melayu. Bagaimanapun, kata Ahmad Sarji, Perdana Menteri telah dibuat pikirannya dan hal ini tidak terbuka untuk perundingan.
Mahu atau tidak, kami harus setuju karena, seperti yang Anda tahu, setelah Dr Mahathir telah dibuat pikirannya tidak ada jalan untuk kembali. Dan kongres diadakan dengan partisipasi dari bukan-Melayu dan dengan pemerintah sebagai co-penyelenggara.
Kami menayangkan tentang pencapaian 19% dari Bumiputeras dan bagaimana, sekarang bahwa NEP telah berakhir, kita tidak akan pernah melihatnya menyentuh 30%. Menteri Perdagangan, Rafidah Aziz, dan Menteri Keuangan, Anwar Ibrahim, bahkan berpendapat di atas panggung di depan seluruh penonton. Ini sebenarnya cukup memalukan untuk melihat dua menteri senior bertengkar di atas panggung di depan kita semua yang duduk di sana dan tercengang.
"Masalah dengan Melayu adalah bahwa mereka dayamaju (layak) tetapi tidak dayatahan (tahan)," kata Rafidah kepada kami. "Anda tidak boleh menyalahkan pemerintah jika pancapaian hanya 19% dan tidak 30%," teriak Rafidah. "Ini adalah kesalahan dari Melayu dan bukan pemerintah," kata Rafidah.
Rafidah kemudian menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan banyak saham Melayu, permit, kuota, kontrak, dll Masalahnya adalah, sekali saham naik, orang Melayu menjualnya. Jika Melayu telah ditahan atau menyimpan semua saham yang diberi pemerintah kepada mereka, maka itu akan menjadi 30% bukan 19%. Pada kenyataannya, bahkan mungkin lebih dari 30%.
Kami tidak punya pilihan selain mengakui kekalahan. Rafidah benar. Bahkan, saya juga bersalah atas apa yang dikatakan Rafidah Melayu biasanya kita lakukan. Jadi bagaimana mungkin kita bersengketa apa katanya? Banyak kaum Melayu menjual saham yang diberi pemerintah kepada mereka dan dalam diam-diam memindah wang ke luar negeri untuk membeli properti di seluruh dunia.
Jika Anda memasukkan semua properti di luar negeri dan kas di bank asing yang orang Melayu sendiri, dan jika Anda menambahkan ini ke kepemilikan ekuitas, maka kita mungkin bisa melihat menyentuh angka lebih dari 30%. Tetapi kemudian jika Anda mengabaikan aset luar negeri dan kas Melayu dan hanya melihat saham mereka di perusahaan Malaysia, maka akan muncul seperti Melayu sendiri hanya 19% bukan 30%, atau mungkin lebih.
Hampir tidak ada sukses atau elite Melayu yang tidak memiliki harta atau wang tunai di luar Malaysia. Dan sebagian besar ini tidak dilaporkan. Jadi tidak mencerminkan ekuiti di tahap 19% Jika hal itu maka tidak akan 19% tetapi banyak lagi. Bahkan mungkin lebih dari 30%.
Menyadari bahwa kebanyakan dari kita bersalah karena melakukan apa yang Rafidah mengatakan kami lakukan, kami memutuskan untuk membiarkan hasilnya begitu. Satu-satunya cara untuk menentukan apakah kekayaan Bumiputera benar-benar 19%, atau 30%, atau mungkin bahkan 40%, kita perlu melaporkan semua aset tersembunyi kami di luar negeri, yang tak seorang pun bersedia untuk melakukan.
Tentu saja, ada satu cara kita boleh mengatasi ini. Dan ini akan setiap kali saham dikeluarkan untuk Melayu Anda stempel itu tidak dapat dialihkan tanpa izin pemerintah. Dan bahkan kemudian jika izin diberikan, saham hanya dapat dijual ke Melayu dan bukan untuk non-Melayu.(SIAPA YANG MENDAPAT SAHAM INI?ADAKAH MAKCIK DAN PAKCIK KAMPUNG?)
Dengan kata lain, saham tersebut akan menjadi saham reservasi Melayu 'sama seperti kita bagaimana' tanah reservasi Melayu 'miliki. Oleh karena itu, seperti dalam UNDANG-UNDANG tanah reserve Melayu, saham yang dialokasikan untuk Melayu hanya dapat dijual ke Melayu dan tidak ada orang lain.
Tapi kemudian Melayu tidak menginginkan ini. tanah reservasi Melayu sangat jauh lebih rendah dibandingkan dengan nilai tanah freehold karena hanya dapat membeli tanah Melayu adalah bangsa Melayu. Jika tanah tersebut dapat dijual ke bukan -Melayu maka nilai tanah sangat jauh lebih tinggi. Dan ini akan sama untuk 'saham reservasi Melayu' yang hanya dapat dijual ke Melayu dan bukan untuk non-Melayu.
Ada juga akan menjadi masalah pencatatan bursa. Akan ada dua set saham dikutip di bursa saham. Saham 'freehold' akan dikutip pada satu harga, yang akan lebih tinggi, dan saham 'reservasi Melayu' akan dikutip pada harga lain, yang lebih rendah.
Sekarang, apa yang terjadi ketika saham RM1.00, yang merupakan 'freehold', dikutip pada harga RM10.00 per saham di bursa saham, sedangkan saham 'reservasi Melayu' yang dikutip di hanya pada harga RM0.80? Bangsa Cina akan membuat jutaan sedangkan Melayu akan kehilangan celana mereka. Aku, misalnya, tidak akan pernah membeli saham 'reservasi Melayu' melainkan akan membeli saham yang dapat dijual bebas di pasaran dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Yang penting, bagaimanapun, adalah bahwa sekali saham yang dikeluarkan untuk Melayu mereka adalah 'beku' dan tidak bisa dijual kecuali ke Melayu. Hal ini akan memastikan bahwa target 30% dapat tercapai dan Melayu selamanya akan memiliki saham tersebut. Tetapi saham tidak akan bernilai lebih dari harga penerbitan dan kadang-kadang bahkan mungkin kurang dari harga penerbitan. Tetapi jika target 30% adalah masalah utama maka ini akan mengatasi masalah walaupun dalam hal kekayaan sebenarnya tidak akan ada banyak berteriak tentang hal ekuiti.
Jadi Anda lihat, wahai Khairy, di sekitar saat Anda lahir kita sudah membahas masalah ini panjang lebar. Dan otak terbaik di Malaysia pada waktu itu tidak dapat menemukan solusi. Kita boleh berhenti bertanya target ekuitas Bumiputera, seperti apa yang Anda minta kita lakukan. Tapi bagaimana kita akan memastikan bahwa kami mencapai target 30% kecuali jika Anda dapat menemukan cara untuk menghentikan orang Melayu dari menjual apa pemerintah memberi mereka dan kemudian diam-diam mentransfer wang ke luar negeri untuk membeli properti atau untuk menyimpan di rekening bank asing?
Dan tolong jangan bilang ini tidak terjadi. Hal ini nyata .Bahkan, keluarga Anda sendiri melakukannya juga - seperti yang dilakukan banyak teman-teman Melayu saya, sebagian besar Anda juga secara pribadi tahu.
Wahai Khairy, izinkan saya meyakinkan Anda bahwa saya akan mendukung langkah apapun dari Anda untuk mengatasi masalah Melayu. Namun, sebagaimana kita bahas kembali pada tahun 1976 ketika Anda pertama kali lahir, kita perlu mencari solusi tentang cara untuk memperbesar kek sehingga ada lebih untuk pergi berkeliling dan bukan pada bagaimana mencuri kek orang lain. Dan kita juga perlu untuk memecahkan masalah bagaimana Melayu dapat menjaga kek ekonomi dan tidak memakannya karena setelah Anda makan kek itu akan hilang. Anda hanya tidak bisa makan kue Anda dan memilikinya juga.(BAGI MAKCIK DAN PAKCIK, BUKAN KEK YANG JUAL DI KEDAI,KEK EKONOMI ADALAH SAHAM/HASIL EKONOMI)
Saya percaya Anda lulusan Oxford dan pendidikan anda tidak akan sia-sia dan Anda dapat menggunakan kebijaksanaan Anda setelah mendapatkan di Oxford untuk mencari solusi untuk masalah yang banyak dari otak terbaik di Malaysia tidak dapat memecahkan sejak hari kau dilahirkan kembali 1976.
Hormat kami,
Raja Petra Kamarudin Raja Petra Kamarudin
PS. Saya memiliki beberapa cerutu/cerut Kuba di saham dan akan menunggu untuk bertemu dengan Anda di London sebelum aku merokok.
Translated into Chinese at: http://ccliew.blogspot.com/2010/10/blog-post_18.html Diterjemahkan ke dalam bahasa Cina di: http://ccliew.blogspot.com/2010/10/blog-post_18.html
TERJEMAHAN INI WALAU TIDAK BEGITU BAIK, NAMUN LULUSAN SPM DAPAT MEMAHAMINYA.TERUTAMANYA AHLI UMNO.
| Dzulfikar Mashoor |
| KUALA LUMPUR, 22 Okt: Perkataan 'mendaya' yang digunakan Presiden Umno, Datuk Seri Najib Tun Razak pada ucapan dasarnya 'Mendaya Bangsa Meneraju Kemakmuran' dilihat mengelirukan. Menurut Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Edisi Ketiga, tafsiran rasmi 'mendaya' adalah ialah "menjalankan tipu daya (muslihat), menipu". Kamus yang dicetak pada 1997 lalu turut menjelaskan contoh penggunaan kalimah 'mendaya' yang tepat. "Apabila sudah begitu, mudahlah mereka mendayakan kami spt (seperti) yg (yang) sudah diperdayakannya beberapa orang pelayan," dipetik dari halaman 278 kamus tersebut. Pun begitu, Utusan Malaysia (muka surat 2) hari ini melaporkan, "ucapan bertajuk 'Mendaya Bangsa Meneraju Kemakmuran' yang disampaikan dalam nada yang serius itu berjaya memaku para perwakilan dan pemerhati selama satu setengah jam untuk sama-sama menghayati menghayati isi hati dan wawasan perjuangan beliau (Najib)”. Dijangkakan kalimah 'mendaya' yang digunakan Najib bakal menggamit polemik awam khususnya pada sambungan sidang Dewan Rakyat, Isnin depan. |
Hari ini, saya akan mempublikasikan halaman pertama dua-halaman dokumen 33, yang disebut Kontrak Sosial-sehingga semua orang berbicara tentang. This series of articles shall continue over the next few days until all 33 pages are published. Seri artikel ini akan terus selama beberapa hari berikutnya sampai semua 33 halaman diterbitkan.
NO HOLDS BARRED NO
Raja Petra Kamarudin Raja Petra Kamarudin
Ajarkan generasi muda untuk menghargai sejarah, kata Puteri UMNO
(KALAU DIAJAR PUN SEJARAHNYA AKAN DI PESONGKAN SEBAGAIMANA MENUNJUKKAN BAHWA PARA PIMPINAN UMNO ADALAH PAHLAWAN DAN PEJUANG SEPERTI PARA AHLI PKM,KESATUAN MELAYU MUDA,API,AWAS DAN PAHLAWAN MAT KILAU,DATO BAHAMAN DAN LAINNYA YANGF BUKAN AHLI UMNO, PASTINYA ADALAH JAHAT SEJAHATNYA UNTUK MENENTANG PENJAJAH YANG MANA UMNO ADALAH PECACAI BRITISH DI KETIKA ITU)............WRLR
- Puteri UMNO telah mendesak para pemimpin parti serta Barisan Nasional (BN) pemimpin untuk melakukan tanggung jawab untuk mendidik generasi muda tentang sejarah negara itu agar mereka memahami peranan mereka di negara ini.
Kepala biro Puteri UMNO Fahariyah Md Nordin mengatakan bahawa menghargai sejarah adalah penting pada saat bahagian tertentu dari generasi muda yang telah menyuarakan bahawa mereka tidak ada hubungannya dengan keputusan yang dibuat oleh generasi sebelumnya.
"Pertanyaannya adalah, jangan mereka menyadari bahawa dengan menyangkal sejarah, mereka menyangkal sejarah yang sangat keberadaan mereka?". ia berkata ketika memperdebatkan pidato kebijakan presiden UMNO di Majelis Umum 2010 UMNO hari ini.
. Dia juga menyerukan cara yang lebih baik untuk mempromosikan sejarah di kalangan siswa seperti dengan menggunakan alat seperti Internet.
Sejarah juga harus dijadikan subjek wajib-untuk-lulus pelajaran di sekolah untuk pulang titik pada pentingnya belajar sejarah negara itu, katanya.
Fahariyah menambahkan bahawa hal itu akan berbahaya bagi generasi muda untuk dipengaruhi oleh mereka yang menola pada ketentuan dalam Konstitusi Federal, terutama yang menyangkut hak-hak orang Melayu dan Bumiputera.
**************************************** **************************************** Beberapa bulan yang lalu, Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Kontrak Sosial tidak ada.Namun, bukan Kontrak tertulis. Ini adalah kontrak lisan, kata Dr Mahathir.
Apakah Anda tahu apa yang dikatakan pengacara kontrak tentang verbal? Sebuah kontrak verbal tidak sebanding dengan yang di tertulis kertas itu.
Perhimpunan UMNO berlangsung tampaknya adalah hanya untuk memperingatkan non-Melayu dan juga sebagai 'pengkhianat' Melayu untuk tidak menyoal Kontrak Sosial, kecuali jika mereka ingin melihat '13 Mei Versi 2'. Bahkan anjing berjalan UMNO, MCA Chua Soi Lek Presiden, telah diperintahkan untuk tutup mulut.
Puteri UMNO ingin anak muda untuk diajar 'versi sejarah yang benar' Yah, kau tahu saya. Saya tidak bisa menolak adakah bahawa guru akan mendidik kaum muda pada versi yang benar tentang sejarah negara.
Tidak, aku tidak akan menyangkal sejarah, seperti apa yang dikatakan Puteri UMNO. Saya juga akan tidak mendistorsi sejarah, seperti banyak Melayu menuduh saya melakukan (40% 60% kebenaran dan kebohongan, karena beberapa akan berkata). Sebaliknya, saya akan mempublikasikan dokumen RAHASIA dari 'Her Majesty's Britannic Pemerintah - yang telah sejak dibuka untuk publik dan tersedia dari The Arsip Nasional di London (jadi saya tidak melanggar Inggris Resmi Rahasia Act).
Hari ini, saya akan mempublikasikan dua halaman pertama dokumen 33 halaman, yang merupakan Kontrak Sosial disebut bahwa semua orang berbicara tentang. Seri artikel ini akan terus dipamerkan selama beberapa hari berikutnya sampai semua 33 halaman diterbitkan.
(RAKYAT Malaysia Banyak yang tidak mampu membaca lebih dari empat halaman dokumen atau artikel jadi aku harus memberikan kepada mereka dalam dosis kecil jika saya ingin mereka untuk membaca semuanya).(AKAN DI PAMERKAN KERANA OARANG MALAYSIA MALAS MEMBACA)
Setelah Anda telah membaca dokumen 33 halaman selama Anda kemudian dapat memutuskan apakah Kontrak Sosial atau tidak ada (dan apakah ada tertulis atau lisan). Anda juga akan dapat memahami apa yang disepakati dalam Kontrak Sosial bahwa Melayu, Cina dan India masuk ke tahun 1956, tepat sebelum Malaya merdeka pada 31 Agustus 1957.
Inilah yang telah disepakati dan dilaporkan kembali pada tahun 1956. ( http://en.wikipedia.org/wiki/Reid_Commissio n), Dan ini adalah dasar Reid Komisi laporan dan rekomendasi ( http://en.wikipedia.org/wiki/Reid_Commissio n), yang akhirnya melihat lahirnya sebuah bangsa baru yang disebut Federasi Malaya bersama-sama dengan konstitusi baru tertulis yang disebut Konstitusi Federal Malaya.
Oh, dan omong-omong, saya tidak mencari PhD, seperti baik Menteri Rais Yatim kami yang menerima gelar PhD untuk penulisan tesis yang menentang Internal Security Act dan kemudian 'mengubah modus nya setelah ia kembali ke dalam pemerintahan dan diangkat sebagai Menteri.
KUALA LUMPUR, 22 Okt — Media yang sentiasa mencetuskan api perkauman menerusi laporan beritanya harus digantung serta-merta kerana ia mampu meruntuhkan semangat perpaduan di kalangan rakyat negara ini.
Wakil Kedah Datuk Othman Aziz berkata sekiranya isu penerbitan yang tidak bertanggungjawab ini dibiarkan berterusan dan tiada tindakan diambil ia akan menggugat kestabilan dan kesejahteraan negara, politik serta ekonomi.
“Kita mahu Kementerian Dalam Negeri yang diketuai Datuk Seri Hishammuddin Hussein lebih bertegas mengenai isu ini.
“Penerbitan yang tidak bertanggungjawab hendaklah digantung serta-merta, tidak perlu lagi disiasat kerana kita sering cakap nak siasat tapi akhirnya kita diam, maka mereka lebih naik ‘tocang’ dan ini menyebabkan rakyat keliru dengan apa yang cuba dibuat oleh kerajaan,” katanya.
Beliau berkata demikian semasa membahaskan Usul Ucapan Dasar Presiden pada Perhimpunan Agung Umno 2010 di hari ini.
Menyentuh hal lain, Othman berharap agar pembinaan Menara Warisan Merdeka bernilai RM5 bilion yang diumumkan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak semasa pembentangan Bajet 2011 minggu lalu dapat diberikan seratus peratus kepada anak Malaysia.
Katanya tiada guna rakyat Malaysia berbangga dengan bangunan yang dibina, jika ia adalah hasil tangan mereka dari luar negara dan bukannya anak tempatan. — Bernama

| Dzulfikar Mashoor | |
| KUALA LUMPUR, 22 Okt: Ahli Parlimen Tumpat, Datuk Kamarudin Jaffar mencadangkan dakwaan liwat ke atas Ketua Umum PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim digugurkan demi memulihkan semula persepsi pelabur asing pada prospek ekonomi negara. Beliau berkata demikian sebagai mempertegas pandangan Richard Branson, jutawan dan pengasas Kumpulan Virgin pada hujung bulan lalu di Program Tranformasi 10 Tahun Ekonomi Malaysia, ibu negara. "Dalam satu majlis rasmi kerajaan Malaysia, yang dituanrumahkan Mida (Lembaga Kemajuan Perindustrian Malaysia), yang dirasmikan oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak; Richard Branson sebagai pengucap utama telah mengatakan bahawa nama Malaysia menjadi buruk disebabkan kes liwat ini. "Dia (Richard Branson) kata kes ini menjadi penghalang pada pelaburan asing dan gugurkan saja kes ini dari mahkamah," ujarnya kepada Harakahdaily. Menurut beliau, penegasan Richard itu sekaligus memberi isyarat bahawa dakwaan Timbalan Menteri Perdagangan Antarabangsa dan Industri, Datuk Mukhriz Mahathir kononnya politik pihak pembangkang sebagai punca pelabur asing lari dari Malaysia adalah dakwaan yang tidak berasas. Dalam nada yang sinikal, AJK PAS Pusat itu turut mencadangkan Mukhriz menuduh Richard sebagai agen terbaru yang diupah oleh pembangkang untuk memburuk-burukkan prospek pelaburan di tanah air. "Richard Branson takkan pemimpin pembangkang di Malaysia, Richard Branson takkan pembangkang yang bayar," ujarnya sambil tersenyum. "Dia (Richard) seorang jutawan antarabangsa, dia bercakap bebas sudah tentu demi kepentingan dan prospek multi perdagangannya." Beliau turut menafikan laporan berita media arus perdana, kononnya tindakan Anwar berpidato di Parlimen Republik Indonesia pada 12 Oktober lalu mengakibatkan pelabur asing meninggalkan negara. "Pemimpin Umno lupa bahawa pemimpin pembangkang cakap begitu juga di dalam negara, tapi media arus perdana tidak bawa (melaporkannya). "Apabila kita bercakap di luar negara, di Jakarta seperti baru-baru ini, media mereka bebas (dan) media mereka melaporkan apa yang kita cakap, maka jadilah beritanya," ujarnya lagi. Channel News Asia pada 28 September melaporkan, Branson mendesak pentadbiran Najib menggugurkan kes itu kerana secara fundamentalnya adalah salah. "Saya harap kes ini dapat digugurkan. Kes ini secara fundamentalnya salah dan tidak membuatkan Malaysia dilihat baik dalam peta dunia," ujarnya.
|
Media reformasi semakin dilupakan?
Penulis tiba-tiba terkenang zaman bermulanya gerakan reformasi di negara kita hampir 12 tahun lalu apabila Datuk Seri Anwar Ibrahim dipecat dari jawatan Timbalan Perdana Menteri oleh mantan Perdana Menteri, Tun Dr. Mahathir Mohamad (ketika itu Datuk Seri) daripada kerajaan Malaysia. Sebelum pemecatan itu, portal-portal berita di internet yang ada hanyalah milik akhbar-akhbar terkemuka di Malaysia seperti Utusan Online, The Star Online, Harian Metro dan beberapa portal lagi.
Namun begitu, selepas pemecatan Anwar dan tidak sampai seminggu selepas itu, muncul beberapa laman web reformasi yang bertindak pemangkin berita alternatif di internet yang dihoskan menggunakan ruang maya yang percuma seperti Tripod.com, Geocities.com, Xoom.com dan sebagainya. Rakyat Malaysia ketika itu banyak bergantung kepada World Wide Web yang majoritinya untuk memeriksa emel sahaja dan pencarian maklumat masih di peringkat minimum. Setelah kejadian pemecatan itu, orang ramai terutamanya golongan muda dan celik IT mula merujuk bahan berita di dalam Internet untuk berita-berita dan maklumat mengenai ’sebelah bukan kerajaan’ untuk aktiviti-aktiviti reformasi di seluruh negara terutamanya di ibu kota. Terima kasih kepada kerajaan ketika Tun Mahathir kerana mengawal laporan berita di dalam media massa kepunyaannya yang menyebabkan laman-laman reformasi wujud
Antara laman-laman web reformasi yang banyak berjasa kepada pertubuhan-pertubuhan berkaitan reformasi antara tahun 1998 ke 2000 adalah seperti ADIL, PKN dan seterusnya berkembang menjadi PKR pada hari ini ialah Laman Mahazalim, Laman Reformasi Nasional (RN), Doi Moi, Laman Marhaen, Mahafiraun 2020, Komentar, Keadilan Dot Org, Anwar Online, Tranungkite, Reformasi Ummah dan Wartawan Rasmi Laman Reformasi yang mula mengambil tempat di hati pencari maklumat reformasi di internet ketika itu. Hanya Laman Wartawan Reformasi dan Tranungkite sahaja yang masih kekal sehingga hari ini dan boleh dikatakan paling lama bertahan hampir 10 tahun.
Penulis masih ingat lagi pada tahun 1999 apabila ada pihak mengambil kesempatan mencetak berita-berita dari Laman RN setiap pagi di Kuala Lumpur untuk dijual dengan harga RM1 senaskah untuk mereka yang kurang celik IT dan mereka yang tidak mempunyai kemampuan memiliki sambungan Internet. Harga sewaan Internet yang lembap ketika itu menggunakan sistem Dial Up Connection dan harga sebuah komputer yang agak mahal menyebabkan golongan tersebut mengambil kesempatan mencetak dan menjual berita reformasi di Internet. Ketika itu, laman-laman Malaysiakini, The Malaysian Insider, Merdeka Review, Malaysia Today dan Free Malaysia Today belum wujud sepenuhnya lagi dan hanya wujud selepas tahun 2001. Namun begitu disebabkan dengan jumlah dana yang mampu dikumpul mereka telah membolehkan laman mereka kini berkembang maju dan semakin ‘mahal’ pada hari ini.
Sekarang, golongan pencetak ini tidak mampu membuat urusniaga seperti 11 tahun lalu. Ini kerana sudah ramai rakyat Malaysia mampu milik komputer dan mempunyai sambungan Internet yang berkelajuan tinggi dengan Jalur Lebar sekurang-kurangnya. Bukan itu sahaja, semua orang sudah mula kenal dengan blog apabila banyak syarikat blog antarabangsa menyediakan perkhidmatan blog percuma seperti Blogspot dan Wordpress di samping dengan pengenalan laman-laman kenalan seperti Facebook dan Myspace yang mula digilai oleh rakyat Malaysia sejak tahun 2005.
Tujuan penulis menceritakan sejarah lama media reformasi bukannya sekadar ingin mengenangkan masa-masa yang lalu yang penuh dengan nostalgia dan semangat perjuangan. Laman-laman yang disebut di atas (perenggan ketiga) banyak menyumbang peluang kepada pejuang-pejuang politik yang kita kenal hari ini untuk menulis buah bicara, maklumat, berita dan manifesto perjuangan mereka untuk diketahui oleh umum. Dahulunya mereka hanyalah pejuang di jalanan yang berlari bertempiaran disembur gas pemedih mata dan air gatal dari meriam air FRU dan kini mereka sudah memegang jawatan penting sebagai wakil rakyat di peringkat Dewan Undangan Negeri dan juga Parlimen.
Malah, ada yang turut memegang jawatan Exco kerajaan negeri dan pemimpin kanan beberapa kerajaan negeri. Penulis masih ingat lagi, laman-laman web reformasi digunakan untuk tujuan mengumpulkan para pendemo jalanan untuk turun ke jalan-jalan utama di Kuala Lumpur dan dengan hasil kerjasama laman-laman web reformasi inilah menyampaikan maklumat kepada umum, program-program demo menentang kerajaan berjalan dengan baik dan mendapat sambutan ramai. Malah penulis atau pengendali Laman Malaysia Today iaitu Raja Petra Kamaruddin dan penulis-penulis seperti Mohd Sayuti Omar, Badrul Amin Bahron, Hishamudin Rais, Allahyarham Rustam Sani, Saifuddin Nasution, mendiang M.G Pillai, Aziz Bari, Chandra Muzaffar (ketika itu bersama gerakan reformasi) dan ramai lagi pernah memberi sokongan dengan menyebarkan bahan penulisan mereka di laman-laman reformasi lama yang popular seperti RN, Mahazalim, Laman Marhaen dan banyak lagi.
Itu adalah kisah hampir sedekad lalu yang tidak akan dilupakan oleh penulis yang berada seangkatan dengan mereka di zaman awal reformasi bermula. Kini, wujud pula laman-laman web ’reformasi’ yang bergerak secara profesional dari segi laporan berita dan artikelnya sebagai portal berita seperti Malaysiakini, The Malaysian Insider, Malaysian Digest, Malaysian Chronicle dan banyak lagi. Gaya penulisannya yang dilihat professional mampu menarik banyak pembaca terutamanya mereka yang tergolong di kalangan warga kota. Laman-laman ini adalah hasil usaha oleh bekas wartawan dan penyunting berita berbangsa bukan Melayu. Hanya baru-baru ini pula, Laman KL-Today.com mula memasuki pasaran dan laman ini yang bersifat pertengahan mengenai politik negara merupakan laman portal berita bersifat professional milik Melayu yang pertama setakat ini.
Meskipun begitu, laman-laman web reformasi yang kini masih dianggap ’jalanan’ sedangkan bekas-bekas penulis dan penyumbang artikelnya kini selesa memegang tampuk kuasa di negeri-negeri Pakatan Rakyat (PR) dan menjadi ahli-ahli Parlimen. Laman-laman reformasi ’jalanan’ ini masih lagi cuba merelevankan perjuangan mereka walaupun digugat oleh laman-laman portal professional pro-reformasi seperti Malaysiakini. Memang sukar untuk mereka mengekalkan kewujudan mereka sejak tsunami politik yang melanda negara ini pada pilihanraya umum tahun 2008. Kini, mereka seolah-olah sukar mendapat perhatian daripada ’mereka’ yang pernah ’terhutang budi’ kepada perjuangan laman-laman reformasi yang menaikkan mereka ke tahap sekarang.
Bila mereka menang dan membentuk kerajaan, laman-laman reformasi ini dilupa dan disisihkan. Mereka lupa bahawa keadaan mereka yang ada hari ini yang mentadbir banyak negeri disebabkan kesan fenomena maklumat berterusan yang disalurkan oleh laman-laman reformasi yang didirikan dengan sukarela dan penat lelah tidak berbayar kerana ikhlas di dalam perjuangan. Kini, laman-laman pro reformasi mengharapkan berita yang dikutip dari laman web professional seperti Malaysiakini, Malaysian Insider dan lain-lain lagi untuk disiarkan. Namun begitu, laman pro reformasi jalanan ini masih mendapat pujaan rakyat Malaysia untuk menyampaikan berita setempat dan pandangan mereka. Hanya selepas PRU 2008, kini laman reformasi boleh dilihat bukan sahaja menyajikan berita dan pandangan yang berbeza mengenai kerajaan Barisan Nasional (BN) tetapi juga ada yang mula menyajikan pandangan rakyat marhaen mengenai ketidakpuasan hati mereka kepada kerajaan-kerajaan negeri PR sendiri.
Biarlah saya berterus-terang di sini. Dalam ayat yang mudah, saya kira kecewa dengan sikap pemimpin Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang lupa akan jasa baik laman-laman reformasi yang telah membawa mereka sehingga ke tahap ini. Apabila mereka memiliki kuasa pentadbiran, mereka sudah lupa akan tanggungjawab mereka untuk meneruskan hubungan baik yang penuh simbiosis dengan laman-laman pro-reformasi. Kini, setelah bergelar ahli Parlimen dan Exco kerajaan negeri terutamanya di negeri Selangor, mereka mengorak langkah menggunakan sumber baru penyampai maklumat seperti TVSelangor, Selangorkini dan media-media portal berita yang terkemuka sahaja seperti Malaysiakini, Malaysian Insider dan Merdeka Review sebagai wadah komunikasi mereka dengan rakyat. Laman-laman portal ini seringkali mudah mendapat jemputan untuk ditemuramah, menerima kenyataan akhbar untuk penyiaran, maklumat serta berita aktiviti parti dan kerajaan bagi menyiarkan bahan-bahan maklumat mereka. Jika dahulunya, apabila mereka mengadakan program dengan rakyat, mereka tidak akan lupa untuk emelkan kepada laman reformasi bagi menyiarkan bahan mereka secara terus. Tetapi kini para webmaster laman reformasi kena mencari sendiri bahan dan mengharapkan ihsan orang ramai yang mengirim berita dan gambar program yang dilakukan.
Kenapa saya kata PKR dan bukannya DAP dan PAS? Setakat ini, hubungan laman pro reformasi masih dihargai oleh PAS dan DAP. Pemimpin PAS terutamanya naib-naib presidennya selalu mengadakan sidang media dengan menjemput wakil-wakil dari media reformasi. Pemunya laman web pro reformasi juga dijemput untuk makan malam penghargaan dan program-program kerajaan di negeri Kelantan, Pulau Pinang dan Kedah. DAP walaupun dilihat sebagai parti majoriti Cina juga terus menghargai laman-laman web pro reformasi milik Melayu dan selalu meraikan mereka di program-program parti dan masyarakat. Untuk PAS pula, walaupun mereka sudah mempunyai jentera komunikasi yang berkesan melalui HarakahDaily.com, mereka tetap menghargai pejuang laman reformasi.
Tetapi bagi pemimpin-pemimpin PKR yang mungkin mabuk kuasa dan hanya mahu mencapai kedudukan jawatan di dalam kerajaan, dalam tempoh dua tahun ini, kebanyakan laman web reformasi seakan-akan dilupakan apabila mereka mempunyai jentera media baru terutamanya di negeri Selangor dan Wilayah Persekutuan. Bukan itu sahaja, pemimpin PKR negeri mempunyai masalah komunikasi bagi menerangkan isu-isu parti dan nasional melalui media-media alternatif kepada rakyat. Media-media alternatif di sini bukan sahaja media internet yang pro reformasi tetapi juga media bercetak yang pro reformasi seperti yang ada di pasaran hari ini seperti Siasah dan Kabar.
Saya mendapat maklumat yang meyakinkan mengenai ada beberapa pegawai atau setiausaha akhbar kepada para pemimpin PKR yang menjawat jawatan di dalam kerajaan negeri gagal memainkan peranan di dalam penyebaran maklumat selain dari masalah sukar dihubungi. Jika ditinjau siapa pegawai-pegawai ini, kebanyakan setiausaha akhbar ini adalah bekas pemimpin mahasiswa yang kebanyakannya berumur di pertengahan ke lewat 20an. Mereka ini bukan sahaja tidak berpengalaman atau lemah di dalam mengatur program komunikasi dengan para wartawan tetapi juga angkuh dan pilih bulu bila berhadapan dengan para wartawan media reformasi.
Bagi saya, tidak hairanlah ’budak-budak muda’ ini angkuh atau lemah di dalam peranan mereka sebagai pegawai akhbar. Jika diikutkan umur mereka, saya yakin ketika awal bibit reformasi bermula 1998, mereka mungkin masih berada di awal sekolah menengah dan di akhir sekolah rendah. Kejiwaan mereka sebagai generasi reformasi adalah kurang dan ini menyebabkan mereka tidak menghayati sejarah reformasi sendiri dan akur akan peranan media alternatif di dalam membawa parti dokongan mereka ke tahap yang ada pada hari ini.
Saya tidak berkata semua pemimpin PKR sedemikian rupa tetapi berani saya katakan majoriti daripada mereka sudah lupa jasa media alternatif. Mungkinkah jika mereka kalah dalam pilihanraya umum akan datang dan kehilangan negeri Selangor akan menyebabkan mereka kembali ke ’jalanan’ dengan media-media alternatif ’jalanan’ sebagai wadah komunikasi dengan rakyat? Itu satu persoalan yang saya mahukan pemimpin PKR Selangor rungkai sendiri. Saya juga diberitahu pemimpin-pemimpin yang pernah berjuang di jalanan yang dulunya mudah didekati tetapi kini sudah sukar pula dihubungi. Malah, pegawai-pegawai akhbarnya juga mengalahkan ketuanya yang ’Yang Berhormat’ juga sukar ditemui atau dihubungi oleh pihak media alternatif jalanan. Mengalahkan bapa menteri kerajaan BN untuk ditemui walaupun hanya memegang jawatan ahli Parlimen dan pemimpin kerajaan negeri. Bagi wartawan jalan ini, jika bernasib baik bolehlah dijumpai di lobi Parlimen sahaja kalaulah dapat bolos pengawal Parlimen.
Saya menulis di sini atas kapasiti individu dan tidak mewakili mana-mana pengendali atau wartawan media ’jalanan’ di negara ini. Namun begitu, saya yakin ramai daripada mereka mungkin bersetuju dengan saya mengenai sikap beberapa pemimpin PKR yang mula menjauhi media web reformasi. Malah, setiap kali mesyuarat agung PKR selepas era tsunami 2008, ramai daripada mereka ini sebenarnya merasakan dipinggirkan dan berita-berita semasa perhimpunan itu pun dikutip dari laman web portal alternatif yang terkemuka ataupun dari laman Suara Keadilan dengan ikhlas menyiarkan bagi tatapan umum.
Walaupun PAS sudah cukup baik memiliki HarakahDaily sebagai sumber maklumat internet dan akhbar tetapi mereka masih membuka ruang kepada pengendali laman web reformasi untuk hadir untuk membuat liputan Muktamar mereka. Program-program rakyat dengan DAP di Pulau Pinang terutamanya dengan orang Melayu Pulau Pinang juga dapat dihadiri oleh wartawan jalanan ini kerana dijemput. Boleh dikatakan, sejak tahun 2008, liputan-liputan laman web reformasi lebih banyak yang melaporkan berita-berita berkaitan pemimpin DAP seperti Ketua Menteri Pulau Pinang, Lim Guang Eng dan pemimpin PAS jika dibandingkan dengan pemimpin PKR sendiri.
Kita tidak tahu di mana silapnya di dalam PKR itu sendiri. Siapa yang silap? Sama ada kelemahan jentera penerangan PKR sendiri ataupun sikap pemimpin PKR yang sudah berangan-angan besar menjadi pemimpin negara yang hanya memandang tinggi portal berita profesional seperti Malaysiakini dan The Malaysian Insider yang mereka yakin mempunyai pengaruh yang lebih besar. Saya kiranya tidak menyalahkan Datuk Seri Anwar Ibrahim kerana saya yakin beliau amat menghargai peranan media reformasi yang banyak membantu membangunkan imejnya yang runtuh pada tahun 1998.
Anwar adalah manusia biasa dan kini mempunyai banyak perkara lain yang perlu dihadapinya sebagai pemimpin utama pembangkang dan juga isu dakwaan Liwat II. Beliau hargai peranan media reformasi yang berjaya menangkis imej dan persepsi buruk yang cuba diterapkan oleh kerajaan melalui media kerajaan tetapi kini apabila PKR melangkah satu lagi langkah selepas PRU 2008, media reformasi kini makin dilupakan. Andaikata, Anwar ada membaca artikel ini, moga-moga beliau menasihati pemimpin-pemimpin di bawahnya di dalam PKR supaya mengenang semula masa lampau perjuangan bersama media-media reformasi jalanan.
Meskipun laman web reformasi jalanan kini tidak lagi ’diiktiraf’ oleh kebanyakan pemimpin PKR pada hari ini, perlu diingatkan rakyat masih berpusu-pusu masuk ke dalam laman web reformasi pada hari ini walaupun portal professional seperti Malaysiakini terus digemari. Laman-laman reformasi seperti Perisik Rakyat, Kerajaan Rakyat, Tranungkite dan lain-lain lagi yang masih kekal pada hari ini akan terus dilihat sebagai pasak kepada perjuangan reformasi di negara ini. Tidak kira sama ada PR mampu menawan Putrajaya atau tidak, laman-laman ini akan terus kekal hidup dalam masyarakat reformasi hari ini dan di masa akan datang.
Shaharul adalah seorang perunding Sumber Manusia Strategik dan program pembangunan organisasi, Selain itu, beliau juga menulis beberapa artikel analisa perkembangan politik, sosial dan ekonomi yang diterbitkan di dalam KLToday.com. Beliau boleh dihubungi di rashidzack@yahoo.comKUALA LUMPUR, 20 Okt — Perwakilan Pemuda Umno dari Kedah hari ini menggesa agar kepimpinan parti menukar pengerusi-pengerusi perhubungan yang “diimport” dari negeri lain sebagai persiapan menghadapi pilihan raya umum ke-13.
Ketua Pemuda Jerai Bassori Hassan berkata, pelantikan Datuk Seri Shafie Apdal (gambar) dari Sabah sebagai pengerusi negeri sebenarnya memberi laluan kepada Pakatan Rakyat untuk menyerang ahli-ahli politik tempatan.
“Datuk Seri Shafie ini orang hebat, dia mampu menangkan negeri Kedah ini. Tapi kita kena realistik.
“Sentimen ini dimain-mainkan oleh pembangkang, takde pemimpin baik dari Kedah sampai kena import pemimpin dari luar.
“Tolong kaji balik pelantikan Pengerusi Perhubungan Umno Kedah dan negeri-negeri pembangkang lain,” kata beliau ketika menyertai perbahasan pada Persidangan Pergerakan Pemuda Umno hari ini.
Bassori berkata mereka yang memegang jawatan pengerusi perhubungan negeri juga harus mempunyai hubungan yang kukuh dengan pegawai-pegawai kerajaan negeri dan istana untuk menang dalam pilihan raya umum akan datang.
Shafie dilantik sebagai pengerusi Kedah bersama dengan dua naib presiden lain iaitu Datuk Seri Hishammudin Hussein dan Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi yang masing-masing menerajui kepimpinan Umno Terengganu dan Pulau Pinang.
Presiden Umno Datuk Seri Najib Razak pula merupakan pengerusi Umno Selangor manakala timbalannya Tan Sri Muhyiddin Yassin mengetuai Umno Wilayah Persekutuan.
CYBERJAYA 20 Okt — Jaringan Melayu Malaysia (JMM) hari ini menyerahkan kepada Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia beberapa artikel dan dokumen yang dianggapnya sebagai bukti berhubung dakwaan kononnya portal berita, The Malaysian Insider, memfitnah kerajaan.
Yang Dipertua JMM, Azwanddin Hamzah berkata artikel The Malaysia Insider yang berbentuk “fitnah, hasutan dan ugutan” itu diserahkan kepada pegawai penyiasat SKMM pada 9.50 pagi tadi.
Dua hari lepas, JMM mengadakan satu demonstrasi bagi menuntut supaya The Malaysia Insider ditutup dan penajanya diberkas.
Azwanddin berkata beliau akan menyerahkan lebih banyak dokumen untuk membantu SKMM menjalankan siasatan.
Ditanya sama ada JMM sudah membuat laporan polis berkaitan dakwaan itu, beliau berkata: “Setelah mereka (SKMM) lakukan siasatan, mereka yang bawa kepada pihak polis. Itu prosedur SKMM.” — Bernama
PERHIMPUNAN AGONG UMNO...TAPI KUTUK PEMBANGKANG, BUKAN NAK PERBETUL PARTI SENDIRI..
Pembangkang seperti raksasa satu badan, tiga kepala…. PAU2010 Pemuda UMNO menggambarkan pakatan pembangkang umpama –Cerberus-raksasa hodoh dalam hikayat klasik Rumani dengan tiga kepada terjulur dari badan. KLIK PADA LINK INI UNTUK LAPORAN LANJUT -20/10/2010

| |
|
| |