INGIN MENGUASAI MINYAK.

 


Setelah menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro dengan tuduhan perdagangan narkoboi, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangga seperti Kuba, Meksiko, dan Kolombia. Trump menuding Meksiko dikendalikan kartel narkoboi, menuduh Presiden Kolombia Gustavo Petro terlibat produksi kokain, serta menyebut Kuba sebagai negara gagal. Ancaman ini memperkuat pola kebijakan luar negeri Trump yang agresif dan sepihak, termasuk peringatan serupa terhadap Iran dengan dalih perlindungan demonstran dari kekerasan negara.






Di balik beragam alasan tersebut, terdapat benang merah kepentingan energi. Venezuela, Iran, Meksiko, Kolombia, dan Kuba sama-sama memiliki cadangan minyak strategis. Trump bahkan menyatakan AS akan mengelola Venezuela dan membuka cadangan minyaknya bagi perusahaan-perusahaan AS, sejalan dengan agenda "dominasi energi" dan kebutuhan listrik besar untuk pengembangan Al. Meski dikemas sebagai perang melawan narkoboi atau misi kemanusiaan, langkah dan ancaman Trump dinilai tak terlepas dari upaya mengamankan pasokan energi global demi kepentingan strategis Amerika Serikat.




No comments: