Ketika PMX ke Jakarta, warga Indonesia bertanya, kenapa kapal Indonesia masih tersangkut di Selat Hormuz


 


Ketika Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim mencecahkan kakinya ke Indonesia semalam, media Utama dan media sosial Indonesia mengajukan pertanyaan kepada pemimpin mereka, kenapa kapal tangki Indonesia masih tersekat di Selat Hormuz ketika kapal Malaysia sudah boleh melepasinya.

Warga Indonesia kini memenuhi laman-laman media sosial dan media mereka menuntut penjelasan pemimpin negara mereka kenapa kapal-kapal negara mereka yang membawa bahan api masih terkandas di Selat Hormuz.

Ini berikutan kapal-kapal dari Malaysia, China, India,Pakistan dan beberapa negara lain sudah dibenarkan melepasi sekatan yang dibuat oleh Iran.

Menurut sumber, dua kapal tangki milik Pertamina, Indonesia Bersama ratusan kapal yang lain masih tersangkut di Selat Hormuz dan tidak dibenarkan melaluinya.

PM Anwar ke Jakarta semalam dalam kunjungan singkat bagi bertemu Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.

Sudirma Saputra mengungkitkan, “Kenyataan terbaru Iran menyatakan hanya negara sahabat dibenarkan lewat Selat Hormuz. Apa Indonesia bukan negara sahabat?”

Menurut media Indonesia, Malaysia mendapat izin untuk melaluinya selepas Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa izin tersebut diperoleh setelah adanya dialog dengan para pemimpin dari Iran, Mesir, dan Turki.

Dalam pernyataan yang disiarkan pada Kamis (26/3/2026), Anwar secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas keputusan membuka kembali akses penting tersebut.

“Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,” ujar Anwar.

Dalam pidato sebelumnya, ia juga menegaskan, “Kini kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia beserta para pekerjanya agar mereka dapat meneruskan perjalanan pulang.”Menurut Anwar, komunikasi dengan Iran dan sejumlah negara lainnya merupakan bagian dari upaya Malaysia untuk turut mendorong stabilitas kawasan.

Namun, ia mengakui proses tersebut tidak mudah, mengingat Iran bersikap hati-hati terhadap berbagai inisiatif perdamaian.

Dua buah kapal Pertamina milik Indonesia masih terperangkap di Teluk Arab, iaitu kapal tangki gergasi Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Kementerian Luar Negara Republik Indonesia (Kemlu RI) masih berkomunikasi dengan pihak berkuasa Iran agar kedua-dua kapal Pertamina mendapatkan kebenaran melintas Selat Hormuz.

Berbeza dengan Malaysia yang kapal sudah mendapat kebenaran untuk melintas di Selat Hormuz.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim berkata kapal-kapal Malaysia dibenarkan melintas Selat Hormuz, selepas berkomunikasi dengan beberapa pemimpin kawasan, termasuk Iran, Mesir dan Turki.




No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.